2026 Rumah Adat Theo Nugraha

Perkuat Akar Budaya, Disdikbud Kota Samarinda Gelar RakorKebudayaan 2026: “Menjadikan Kebudayaan Jantung PembangunanKota Tepian”

SAMARINDA, 21 APRIL 2026 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kebudayaan yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Ki Hajar Dewantara, Lantai 4 Gedung Disdikbud Samarinda, Selasa (21/4). Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan pemajuan kebudayaan di Kota Samarinda untuk tahun 2026 dan 2027.


Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dengan agenda registrasi, diikuti aksi “ASRI” di lingkungan Bidang Kebudayaan sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Acara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Samarinda, Dr. Ibnu Araby. Dalam sambutannya, Dr. Ibnu Araby menekankan pentingnya efisiensi dan ketajaman program di tengah tantangan anggaran pemerintah.


“Meskipun kita menghadapi tantangan program efisiensi anggaran, Rakor ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan dan pelaksanaan program yang lebih fokus. Fokus utama kita adalah Pemajuan Kebudayaan di Kota Samarinda, agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi pelestarian dan pengembangan budaya lokal,” ujar Dr. Ibnu Araby.


Sejalan dengan upaya penguatan organisasi, Plt. Sekretaris Dinas, Taufik Rahman, menyampaikan kabar baik terkait dukungan manajerial. Ia mengonfirmasi bahwa pihak dinas telah memfasilitasi pengusulan tambahan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) khusus bidang kebudayaan kepada BKPSDM. “Kami berharap segera ada formasi bagi bidang kebudayaan untuk mendukung beban kerja dan akselerasi program di masa depan,” tuturnya.


Visi besar juga disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Dr. Barlin Kesuma. Ia menegaskan bahwa Rakor ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah dorongan strategis. “Melalui koordinasi ini, kami mengharapkan adanya perubahan kebijakan dari Pemerintah Kota untuk benar-benar menempatkan Kebudayaan sebagai jantung pembangunan di Kota Tepian. Budaya harus menjadi fondasi dalam membangun identitas kota,” tegas Dr. Barlin.


Rakor ini dihadiri oleh pemangku kepentingan dari tiga sub-bidang utama, yakni Sub Bidang Museum dan Cagar Budaya, Sub Bidang Sejarah dan Adat Tradisi, serta Sub Bidang Kesenian. Agenda rapat juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman (sharing) studi tiru pengelolaan pameran sejarah dari Museum Bank Indonesia Jakarta, serta diskusi mendalam mengenai pengisian sistem pelaporan seperti Edalev, E-tepian, dan E-kinerja.


Acara ditutup dengan pembacaan hasil kesepakatan Rapat Koordinasi yang akan menjadi acuan kerja ke depan. Suasana penutupan terasa istimewa karena seluruh peserta mengenakan busana Kebaya dan Batik Nasional sebagai bentuk penghormatan pada Perayaan Hari Kartini, yang diakhiri dengan sesi foto bersama.

#

Informasi Lebih Lanjut:
Humas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda
Jl. Biola No. 4, Samarinda, Kalimantan Timur

Berita ini dipublikasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.

Cropped Logo Kota Samarinda

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda

PPID

Layanan

Berita

Profil

UPTD

Kontak