SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda, menerima audiensi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Ruang Rapat/Tamu Wali Kota Lantai II Balaikota Samarinda, Senin (8/12/2025).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyambut langsung Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Provinsi Kalimantan Timur, Titit Lestari, beserta rombongan pegiat budaya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Asli Nuryadin, Kepala Disporapar Muslimin, Ketua TWAP Syaparudin, Kabid Kebudayaan Barlin Hadi Kesuma, Pamong Budaya, serta sejumlah budayawan.

Dalam audiensi tersebut, Titit Lestari menyampaikan undangan secara lisan kepada Wali Kota Samarinda untuk menghadiri sekaligus mendukung pelaksanaan Festival Permainan Anak Tradisional yang direncanakan berlangsung pada 11–13 Desember 2025 di GOR Kadrie Oening, Sempaja. Selain itu, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda dalam upaya pembinaan dan pelestarian kebudayaan secara berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyambut baik rencana kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen Pemkot Samarinda dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas dan peradaban kota.
Pada kesempatan yang sama, turut dibahas pula rencana kerja sama penulisan sejarah Kota Samarinda. Penulisan ini bertujuan menggali informasi-informasi baru yang kemungkinan belum tercantum dalam buku-buku sejarah sebelumnya, sehingga dokumentasi sejarah dapat semakin lengkap, valid, dan berbasis bukti otentik.
Upaya tersebut juga mencakup rencana penelusuran sumber-sumber sejarah yang berada di luar negeri, khususnya di Belanda, guna memperkaya referensi dan memperdalam kajian sejarah Kota Samarinda.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Samarinda dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat jatidiri Samarinda sebagai kota berperadaban. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: BAYU-DOKPIM)

