187

Bidang Kebudayaan Kota Samarinda Raih Prestasi Dalam Pertunjukan Dan Pameran Warisan Budaya Takbenda Dalam Kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Indonesia (AWBI) Tahun 2025

Pada tanggal 15 Desember 2025, tepatnya di Gedung A, Ruang Plasa Insan Berprestasi telah dilaksanakan kegiatan Apresiasi WBTB Indonesia, yang pelaksanaannya di rangkai dengan kegiatan seperti Lokakarya (“Menulis Kaligrafi China Semarang” oleh Liong Hwa Hing & Rudi Budi Sunaryo dan “Berkain Batik” oleh Wisni Drupadi) dan Pameran WBTB (Pameran Kuliner Nusantara dan Pertunjukan Seni WBTbI yang ditetapkan 2025). 

Pada acara tersebut Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon M.Si menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan pada tahun 2025 telah menetapkan sebanyak 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) yang baru. Dengan penetapan ini, total jumlah warisan budaya takbenda Indonesia yang telah ditetapkan kini mencapai 2.727 objek (17 objek diantaranya merupakan “warisan bersama”).

Beliau menegaskan bahwa penetapan ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan bagian dari upaya untuk membangun ekosistem pelestarian untuk masing-masing warisan budaya takbenda tersebut. Menbud berharap penetapan ini menjadi motivasi untuk meneruskan dan mengakselerasi kebangkitan warisan budaya, sekaligus mendorong pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Menteri Fadli Zon juga menargetkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, penetapan WBTbI dapat mencapai antara 1.000 hingga 2.000 warisan budaya, mengingat potensi budaya Indonesia yang sangat besar. “Potensi kita bisa mencatatkan hingga 30.000 WBTB Indonesia”, pungkas Fadly Zon. 

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan Sertifikat Penetapan WBTbI kepada perwakilan pemerintah daerah, termasuk dari Jambi, Jawa Tengah, Lampung, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Banten. Penyerahan ini menandakan tanggung jawab bersama antara pusat dan daerah dalam menindaklanjuti penetapan tersebut.

Provinsi Kaltim di tahun 2025 menerima penetapan 13 WBTbI yang berasal dari 3 kabupaten (Kukar, Kubar dan Mahulu) dan 1 kota. Kota Samarinda sebagai satu-satu perwakilan kota mendapat 3 sertifikat penetapan yaitu untuk : Amplang Samarinda, Amparan Tatak dan Bubur Peca’. 

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda, Dr Barlin Hady Kesuma, M.Ed, yang didampingi oleh Pamong Museum Ainun Jariah, menyatakan rasa syukurnya atas prestasi bagi Kota Samarinda tersebut, mengingat sudah 9 tahun Kota Samarinda tidak pernah lagi mendapatkan penetapan setelah di tahun 2016 Sarung Tenun Samarinda mendapatkan penetapan oleh Mendiknas Dr Muhajir. “Untuk mendapatkan penetapannya ini, panjang prosesnya dari inventarisasi karya budaya, penulisan paper akademis hingga pembuatan video penunjang pengusulan. Kurang lebih satu (1) tahun sebelumnya sudah harus dipersiapkan secara matang, termasuk dukungan komunitas, masyarakat dan Pemkot Samarinda. Alhamdulillah, 3 usulan kita berhasil tapi 1 masih tertunda yaitu Kapal Tambangan, yang tahun depan akan kita kembali usulkan bersama karya-karya budaya khas lainnya”. 

Bidang kebudayaan berharap di tahun depan dan seterusnya Samarinda akan rutin menambah pencatatan karya budayanya secara Nasional, sambil mendorong karya yang sudah WBTbI seperti Sarung Tenun Samarinda bersama tenun-tenun Nusantara lainnya untuk diusulkan menjadi warisan dunia seperti karya budaya Batik, Kebaya, Pencak Silat dan lain-lain yang sudah menjadi UNESCO Intangible Cultural Heritage.  

 

Pada kegiatan AWBTB tahun 2025, Bidang Kebudayaan melakukan Pameran Amplang Samarinda yang turut ditetapkan sebagai WBTbI 2025. Keikutsertaan dalam Pameran Kuliner Nusantara ini mendapat atensi khusus berupa kunjungan dari Direktur Warisan Budaya di Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI I Made Dharma Suteja, S.S., M.Si dan Irjen Kebudayaan Ibu Fryda Lucyana beserta rombongan. Pak Direktur sempat memuji kehadiran Booth Amplang Samarinda, karena Amplang menjadi salah satu produk budaya yang menarik perhatian pengunjung dan paling banyak didatangi karena rasanya yang enak dan teksturnya yang khas.    

Berita ini dipublikasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.

Cropped Logo Kota Samarinda

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda

PPID

Layanan

Berita

Profil

UPTD

Kontak